Surabaya, IPers- Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Simokerto, dan Barisan Ansor Sebaguna (Banser) serta Pagar Nusa Kecamatan Simokerto, Surabaya, kembali menggelar safari di bulan Ramadhan 1443 H. yang kedua. Giat kali ini dilaksanakan di Masjid Al Hidayah. Jl. Sumbo Kelurahan Simolawang Kecamatan Simokerto, Surabaya.
Kegiatan safari Ramadhan dibuka oleh Ustazd Maryono selaku Sekretaris Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan Kasetma Banser Kecamatan Simokerto. Tampak hadir para pengurus, diantaranya Ndan Syahir Komandan Satkoryon Banser Simokerto merangkap ketua pelaksana, beserta anggota Banser, dan Pagar Nusa serta warga setempat.
Seperti biasa acara diawali dengan buka bersama, sholat magrib dan sholat isya' berjama'ah, dilanjutkan dengan shalat tarawih di Masjid Al Hidayah, yang bertindak sebagai imam yaitu Ustazd H. Mat Hasi , kemudian dilanjutkan dengan Tadarus Alquran.
Ketua GP Ansor melalui Sekretaris Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Simokerto, Ustazd Maryono, didampingi Komandan Banser Satkoryon Simokerto Ndan Syaher mengatakan, kegiatan safari Ramadhan 5 Ranting Nahdahtul Ulama PAC Simokerto kali ini sudah Berjalan 2 kali, di Kelurahan yang berbeda (Sidodadi dan Simolawang )

"Selain sebagai ajang silaturrohmi dibulan ramadhan 1443 H, membuktikan bahwa ansor memiliki kedekatan para Nahdiyin sebagai pengabdian kader Ansor dan Banser yang melekat di kalangan Nahdiyin bisa dirasakan oleh masyarakat." Kata Sekretaris PAC GP Ansor Simokerto Ustadz Maryono. Selasa (12/04/22) pukul 21:30 WIB.
Ustadz Maryono, juga menjelaskan bahwa, Ansor menjadi garda terdepan dalam mensyiarkan syariat islam, sebagai pemudanya, Nahdlatul Ulama
Kegiatan Safari Ramadhan ini sebagai media dalam meneruskan tradisi silaturrahmi sebagai bentuk rasa kekompakan pengurus dan anggota dalam tubuh ansor di Kecamatan Simokerto Surabaya.
"Kekompakan Ansor, tidak perlu di pertanyakan lagi, bagi kalangan NU, karna sudah menjadi tradisi zaman dulu sampai sekarang contoh Salah satunya Yasinan dan tahlilan, yang sampai sekarang menjadi tradisi turun temurun di kalangan Nahdiyin." pungkasnya. (Suhermiyanto)
Editor : MKS